TRANSLATE

Sabtu, 01 Maret 2014

Curious Facts About Aerosmith



aerosmith
  1. Did you know, that originally Aersmith wanted to name themselves either Spike Jones or Jack Daniels.
  2. All of you, who own the original artwork-cover of the album “Done With Mirrors” are very lucky. Every single unit is only shown in mirror-writing.
  3. The album “Pump” was originally supposed to be named “Bobbing For Piranhas”.
  4. The scene within the videoclip to “Cryin´ “, where Alicia Silverstone is jumping down from a bridge, did cost 10.000 Dollar and lasted only 5 seconds.
  5. For the recordings of the song “I Don´t Want to Miss A Thing” there was a 52 men string orchestra used.
  6. Within the song “Hearts Done Time” you can hear the two killerwales Hyak and Fina.
  7. Aerosmith´s video clip “Cryin´” developed to one of the most expensive productions ever. It cost several Million Dollar.
  8. The song “Back In The Saddle” tells a story about the groupie Sukie Jones who followed Aerosmith and other bands throughout the Seventies.
  9. The song “Lightnin´ Strikes” is the only song, where Brad Whitford plays the leadguitar and not Joe Perry.
  10. “Nine Lives” developed out of an inspiration during an AC/DC gig.
  11. During the “Get A Grip” tour, Aerosmith used on the whole 96.450 guitar strings and 59 guitars.
  12. If you listen to the song “Sweet Emotion” backwards, you can hear something like “Fuck You Frank”.
  13. Aerosmith took a whole ton of carottes with them in 1978. Whatever they were used for.
  14. The fact is, Aerosmith sold to the very day more than 90 Million records. 50 Millions alone in the US.
  15. Steven Tyler made 652 flip overs on the Pump-tour.
  16. When Steven Tyler were thrown out of the Highschool he stole the bass of the school band. He´s still got it. And you can hear the instrument at the end of the song “Livin´On The Edge”.
  17. On the track “Home Tonight”, Steven tyler plays piano and is accompanied by a 101 men orchestra.
  18. Aerosmith is the first band, who were allowed to sign in on the walk of fame.
  19. The band uses a jet named “Cessna Citation 2”. They now call it “Airforce One”.

Ten Little Known Facts About Led Zeppelin



led zeppelin
Led Zeppelin was formed in 1968. The group was comprised of Robert Plant, 60, on vocals. Jimmy Page, 65, on lead guitar, John Paul Jones, 63, on bass guitar, and the late John Bonham on Drums.
Many rock and roll writers consider Led Zeppelin to be the very first heavy metal band. They definitely had a guitar-driven sound.
HERE ARE TEN LITTLE KNOWN FACTS ABOUT LED ZEPPELIN:
1. The band’s original name was Unled Blimp (which was suggested by Dusty Springfield).
2. Lead singer Robert Plant’s real name is Roberto Mata (Mata is Spanish for Plant).
3. The town of Meeteetse, Wyoming, in 2007 voted to change the town’s name to Led Zeppelin, Wyoming.
4. The name Led Zeppelin, in Polynesian, means baby crickets who drink lots of mud and eat triple-sized cottonballs.
5. The song “Livin’ Lovin’ Maid, (She’s Just A Woman)” was written about Pedalette Jo Terracotta, who was Jimmy Page’s upstairs maid. She later ended up marrying the prime minister of Luxembourg.
6. The album cover of “Houses of The Holy” has been banned in Arkansas, Russia, Mississippi, Bolivia, and Chattanooga.
7. Led Zeppelin was once the opening act for Marie Osmond.
8. Jimmy Page reveals that former President George W. Bush wrote him and asked for permission to use their song title “Good Times, Bad Times” as the title for his upcoming autobiography. Page emailed him back with a five-word reply, “Nope, nope, and hell nope!”
9. Led Zeppelin written backwards spells Del Nileppez, which coincidentally is the name of the man who designed the Good Year blimp. His full name is Fuller Del Nileppez.
10. Led Zeppelin action figures are the biggest sellers in Cuba. The sales have even surpassed those of Cuban heroes Fidel Castro and his brother Raul Castro.
In related news. PBS recently announced that its Led Zeppelin documentary entitled, “LZ” broke the all time PBS record for having the largest viewing audience.
The show even surpassed the 1997 show, “The Sandwalkers – Prostitutes of The Kalahari Desert” and the 2001 show “The Bali Burger King – The Only 24-Hour All-Nude Hamburger Restaurant on Earth.”

Hal yang Bisa Dibanggakan Orang Indonesia di Dunia


Berhentilah membanggakan negara asing, lihatlah Negara Kita tercinta, walaupun Indonesia sering mendapat masalah dan memang masih tertinggal jauh dengan negara seperti Amerika ataupun Inggris tapi Indonesia adalah salah satu bagian terpenting dunia. Berikut adalah bukti Hal yang Bisa Dibanggakan Orang Indonesia di Dunia :
. Indonesia adalah tempat ditemukannya manusia purba tertua yaitu Pithecanthropus Erectus yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.

. Indonesia merupakan penghasil 20% gas alam cair dan merupakan penyuplai terbesar untuk dunia.

. Indonesia merupakan penghasil cengkeh dan pala utama dunia dan otomatis menempati posisi pertama dalam hal produksi di dunia.

. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis dengan rata-rata 80% suplai ke seluruh dunia.

. Indonesia adalah yang terkaya dalam hal kepemilikan terumbu karang karena memiliki sekitar 18% dari semua total terumbu karang di seluruh dunia.

. Indonesia memiliki spesies ikan hiu terbanyak yaitu sekitar 150 jenis.

. Indonesia merupakan Biodiversity Anggrek terbeser didunia. Ada sekitar 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.

. Indonesia memiliki hutan bakau terbesar di dunia dan untuk di ketahui bahwa manfaat hutan bakau adalah untuk pencegah abrasi atau pengikisan air laut.

. Indonesia memiliki satu-satunya binatang purba darat yang masih hidup yaitu komodo yang terdapat di NTT.

. Indonesia memiliki bunga terbesar di dunia yaitu Rafflesia Arnoldi dengan diameter saat mekar mencapai 1 meter.

. Indonesia memiliki primata terkecil di dunia yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.

. Indonesia merupakan tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.

. Indonesia merupakan tempat ditemukannya ikan terkecil di dunia dengan panjang 7,9 mm di rawa berlumpur Sumatra dengan nama Paedocypris progenetica.

Ini semua hanya sebagian kecil dari kekayaan Indonesia. Kebudayaan, Seni, Bahasa dan lainnya patut kita banggakan sebagai WNI. Di jaman globalisasi seperti ini sepertinya kebudayaan-kebudayaan asli Indonesia sudah mulai luntur dan jarang/tidak dilestarikan. Sebagai penerus bangsa sebaiknya kita turut melestarikan dan membanggakan kebudayaan yang kita miliki ini. Semoga Indonesia segera menjadi negara maju dan berpengaruh di Dunia

Bapakku Hebat


Sepulang sekolah ada 4 orang anak yaitu Budi, Fajar, Toto, dan Dodo sedang asik mengobrol, semuanya saling membanggakan bapaknya masing-masing begini perbincangannya.

Budi : oh ya tadi pagi bapakku dipanggil oleh gubernur loh.. (sambil berbangga diri)
Fajar : kalo kemarin bapakku dipangil oleh mentri.
Toto : Klo minggu lalu bapakku dipanggil oleh presiden kepala negara kita, kalah semua sama bapakku hehehehehe
Dodo : Wah, kalah semua, kalo bapakku kemarin dipanggil Tuhan, Hore
Budi, Fajar, dan Toto : Eh-buusyett capek dahhh, harusnya lu sedih bukan bangga

BEDA COWOK AMA CEWEK KALO KE ATM


Kalau cowok ambil uang di ATM:

1. Parkir mobil
2. Masuk ke ATM
3. Masukkan kartu
4. Masukkan nomer PIN
5. Ambil uang nya
6. Pergi dengan mobilnya

Kalau cewek ambil uang di ATM:

1. Parkir mobil
2. Betulin makeup
3. Matikan mesin
4. Periksa makeup
5. Masuk ke ATM
6. Sibuk cari kartunya
7. Masukkan kartu
8. Tekan cancel
9. Sibuk lagi cari catatan PIN
10. Masukkan kartu
11. Ambil uangnya
12. Balik ke mobil
13. Periksa makeup
14. Start mobil
15. Matikan lagi
16. Balik lagi ke mesin ATM
17. Ambil kartu ATM nya
18. Balik ke mobil
19. Periksa makeup
20. Start mobil
21. Periksa makeup
22. Nyetir mobil ½ km
23. Lepas rem tangan
24. Nyetir lagi…

Capcay dwehhh .... 

Sabtu, 22 Februari 2014

Sejarah Asal Mula Nama Indonesia


Sejarah Asal Mula Nama Indonesia [Must Know]. Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa Indoa menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang).

Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara. Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa).



Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).

Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah “Hindia”. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).

Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur).

Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” ( Bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.

Indonesia
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan ( 1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Ingris, George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:

“… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians”.

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon ( Srilanka ) dan Maladewa. Earl berpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: “Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago”.

Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.

Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826 – 1905 ) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.

Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara ). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.
Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).

Identitas Politik
Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.
Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya :

“Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.”

Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924). Pada tahun 1925, Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “Indonesia”. Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapi Belanda menolak mosi ini. Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda”. Dan setelah itu lahirlah bangsa Indonesia

The Green Hilton Memorial Agreement Geneva (Harta Karun Bangsa Indonesia)


Harta karun milik bangsa Indonesia yang sering disebut dana revolusi, dana amanah, atau apapun itu yang tercantum dalam The Green Hilton Memorial Agreement Geneva menjadi misteri sampai saat ini.

The Green Hilton Memorial Agreement Geneva yang menyebabkan terbunuhnya PresidenAmerika Serikat John Fitzgerald Kennedy 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Perjanjian itu bernama The Green Hilton Memorial Agreement Geneva. Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961.

Harta tersebut diangkut VOC ke Belanda, Direbut Jerman lalu dikuasai Amerika ketika menang perang dunia ke-2. Semuanya itu bermula dari kisah kerakusan para raja-raja yang ada di nusantara dulu pada era penjajahan Belanda. Para raja-raja menurut literatur yang saya peroleh, lebih senang menyimpan batangan emasnya pada De Javasche Bank (DJB), bank sentral pemerintah kolonial Belanda di Jakarta yang kemudian menjadi Bank Indonesia sekarang. Tetapi banyak juga memang kekayaan harta nenek moyang itu dirampas oleh VOC secara paksa. Harta-harta inilah kemudian diangkut ke negeri Ratu Yuliana (ketika itu). Setelah Belanda kalah perang dengan Jerman, maka Nazi membawa kekayaan itu ke negaranya. Pada Perang Dunia II, Jerman kalah perang dengan Amerika, Harta itu pun diangkut ke Amerika yang kemudian dijadikan modal untuk mendirikan The FED. Inilah yang kemudian mengapa sebagian besar para tetua kita mengklaim bahwa Indonesia punya saham di FED, namun tidak pernah diakui keberadaannya. Mendengar kabar buruk tersebutlah kemudian mendorong Bung Karno selaku Presiden RI untuk melakukan perundingan dengan petinggi Amerika dan Eropa. Bung Karno berhasil mendapatkan pengakuan bahwa harta itu memang berasal dari bangsa Indonesia, tetapi mengabaikan kewajiban bagi negara itu untuk mengembalikannya. Sebab, bagi mereka itu merupakan harta rampasan perang. Hasil kesepakatan itu dinamai “Hilton Agreement” yang terjadi pada tahun 1961.

Banyak pengamat Amerika melihat perjanjian yang kini dikenal dengan nama “The Green Hilton Agreement” itu sebagai sebuah kesalahan bangsa Amerika. Tetapi bagi Indonesia, itulah sebuah kemenangan besar yang diperjuangkan Bung Karno. Sebab volume batangan emas tertera dalam lembaran perjanjian itu terdiri dari 17 paket sebanyak 57.150 ton lebih emas murni. Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut bersifat tertutup.

Berdasarkan fakta yang dijumpai di lapangan, harta ini sudah pernah mau dicairkan pada 1986-1987 tapi gagal, lalu pada awal 2000 oleh Megawati ketika menjadi Presiden mencoba untuk mencairkan harta Bung Karno di UBS Swiss, tetapi tidak berhasil, karena Mega tidak tau rekening khusus Bapaknya di FED ini. Sebab sejak awal Bung Karno menyatakan bahwa keluarganya tidak ada yang paham tentang rekening khusus ini.

Dengar-dengar ketika krisis menerpa AS dan dunia akhir-akhir ini, pemerintah Obama mencoba meyakinkan dunia melalui titah Puas di Vatikan bahwa AS berhak mencairkan harta ini. Atas dasar untuk kepentingan ummat manusia, agaknya hati Vatikan mulai luluh. Konon kabarnya, Vatikan telah memberikan restu itu tanpa mengabaikan bantuan kepada rakyat Indonesia. Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada Vatikan, Puas sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya. Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia SBY ikut menandatangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan 2 tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan. Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara.

SEKILAS TENTANG PETA




Sekilas Mengenai PETA :


Pembela Tanah Air disingkat PETA adalah kesatuan militer yang dibentuk Jepang dalam masa pendudukan Jepang di Indonesia. Pembentukan Peta dianggap berawal dari surat Raden Gatot Mangkupradja kepada Gunseikan (kepala pemerintahan militer Jepang) pada bulan September 1943 yang antara lain berisi permohonan agar bangsa Indonesia diperkenankan membantu pemerintahan Jepang di medan perang Pada tanggal 14 Februari 1945, pasukan Peta di Blitar di bawah pimpinan Supriadi melakukan pemberontakan yang dikenal dengan nama “Pemberontakan Peta Blitar”. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan dengan memanfaatkan pasukan pribumi yang tak terlibat pemberontakan, baik dari satuan Peta sendiri maupun Heiho. Pimpinan pasukan pemberontak, Supriadi, hilang dalam peristiwa ini.


Peran dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia



Sumbangsih dan peranan tentara PETA dalam masa Perang Kemerdekaan Indonesia sangatlah besar. Demikian juga peranan mantan Tentara PETA dalam kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan presiden Soeharto dan Jendral Besar Soedirman. Mantan Tentara PETA menjadi bagian penting pembentukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), mulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga TNI. Untuk mengenang perjuangan Tentara PETA, pada tanggal 18 Desember 1995 diresmikan monumen PETA yang letaknya di Bogor, bekas markas besar PETA.


Pembubaran PETA :



Pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, berdasarkan perjanjian kapitulasi Jepang dengan blok Sekutu, Tentara Kekaisaran Jepang memerintahkan para daidan batalion PETA untuk menyerah dan menyerahkan senjata mereka, dimana sebagian besar dari mereka mematuhinya. Presiden Republik Indonesia yang baru saja dilantik, Sukarno, mendukung pembubaran ini ketimbang mengubah PETA menjadi tentara nasional, karena tuduhan blok Sekutu bahwa Indonesia yang baru lahir adalah kolaborator Kekaisaran Jepang bila ia memperbolehkan milisi yang diciptakan Jepang ini untuk dilanjutkan. Sehari kemudian, tanggal 19 Agustus 1945, panglima terakhir Tentara Ke-16 di Jawa, Letnan Jendral Nagano Yuichiro, mengucapkan pidato perpisahan pada para anggota kesatuan PETA.


Sekilas Tentang Peristiwa Merah Putih di Manado atau Hari Perjuangan Sulawesi Utara


Tanggal 14 Februari 1946, jam 01.00 malam. Sejumlah tentara KNIL yang setia kepada Republik Indonesia di tangsi militer Teling Manado bangun dari tidur, bergerak menuju lokasi sasaran di dalam tangsi dengan formasi huruf “L”. Mereka melucuti senjata semua pimpinan militer Belanda di tangsi itu dan memasukkannya ke sel sebagai tahanan.
Peristiwa itu berlanjut dengan pengibaran sang saka Merah Putih di tangsi yang terkenal angker karena pasukan yang menempati kompleks milter itu dikenal sebagai pasukan pemberani andalan Belanda. Para pejuang itu merobek warna biru bendera Kerajaan Belanda, menyisakan dwi warna Merah Putih dan mengibarkannya di tangsi itu.
Kapten Blom, pemimpin Garnisun Manado ditangkap sekitar pukul 03.00, setelah lebih dulu menahan Letnan Verwaayen, pimpinan tangsi militer Teling. Siangnya, pasukan pejuang republik menangkap Komandan KNIL Sulawesi Utara Letkol de Vries dan Residen Coomans de Ruyter beserta seluruh anggota NICA. Sehari kemudian, para pejuang menaklukkan kamp tahanan Jepang yang berkekuatan 8.000 serdadu.
Peristiwa ini diberitakan berulang-ulang melalui siaran radio dan telegrafi oleh Dinas Penghubung Militer di Manado, ditangkap dan diteruskaan oleh kapal perang Australia SS “Luna” ke Allied Head Quarters di Brisbane. Selanjutnya Radio Australia menjadikannya sebagai berita utama dan ikut disebar-luaskan oleh BBC-London dan Radio San Fransisco Amerika Serikat.
Bagi Belanda, perebutan tangsi militer Teling dan penurunan bendera merah putih biru digantikan Sang Saka Merah Putih oleh kalangan pejuang Indonesia merupakan pukulan telak. Bahkan kekalahan militernya di Manado secara otomatis melumpuhkan provokasinya di luar negeri bahwa perjuangan kemerdekaan di Indonesia cuma terbatas di pulau Jawa.
Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, menurut Belanda yang berkampanye di berbagai forum internasional, bukan perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Perjuangan kemerdekaan Indonesia versi Belanda cuma sebatas di Jawa, sebab menurut Belanda, kekuasaan di daerah-daerah, juga di tanah Minahasa masih dalam genggamannya.
Bangkitnya warga Manado, Minahasa dan seluruh rakyat Sulut merebut kekuasaan dari tangan penjajahan Belanda yang bersumber pada jiwa dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 bermakna sangat positif bagi upaya diplomasi Indonesia di luar negeri. Proses ini kemudian diakui mempercepat pengakuan internasional terhadap kemerdekaan RI.
Provokasi Belanda gagal total, sebab lewat peristiwa 14 Februari 1946, dunia menjadi yakin, perjuangan kemerdekaaan Indonesia milik seluruh rakyat dari Sabang sampai Marauke.
Belanda gagal memanfaatkan mitos persahabatan Belanda-Minahasa yang dikenal dengan Verbond Minahasa – Nederland (10 Januari 1679) sebagai senjata untuk meninabobokkan warga Minahasa. Sebab, bagi putra-putri Indonesia di tanah Minahasa, persatuan dan kesatuan dalam kemerdekaan Indonesia tidak bisa ditawar-tawar.

SILAHKAN PILIH


1. Tidur dengan wanita cantik : Bangga setengah mati
2. Tidur dengan PSK : Mahal setengah mati
3. Tidur dengan wanita jelek : Stress setengah mati
4. Tidur dengan wanita hyper : Capek setengah mati
5. Tidur dengan pacar : Nafsu setengah mati
6. Tidur dengan istri : Mending pura- pura mati
7. Tidur dengan istri orang : Nafsu nggak mati- mati (yakin deh…)
8. Tidur dengan istri tentara : Sudah pasti mati

Dijamin mendekati kenyataan 100%

INVESTASI YANG MENGUNTUNGKAN



Investasi properti akan menguntungkan asal tau kapan, dimana, bagaimana dan cara memperhitungan dari berbagai aspek kehidupan.
Coba simak kisah berikut ini:
Husin… 3 tahun lalu piara seorang istri muda di Jakarta, terus dia beli satu rumah mewah 2 lantai di daerah elite di Jakarta Selatan, seharga Rp. 1,8 M. Dia memberikan biaya hidup Rp. 15 juta/ bulan untuk istri mudanya. Tahun lalu, dia putus sama istri mudanya itu, terus dia jual rumah mewahnya dan ternyata laku dijual seharga Rp. 3,7 M.
Lalu di hitung-hitung, dia keluarkan biaya Rp. 15 juta x 3 tahun = Rp. 540 Juta. Jadi : Rp. 3,7 M (-) Rp. 1,8 M (-) Rp. 540 juta = Rp.1,36 M
Berarti masih dapat keuntungan serta pakai cuma-cuma ceweknya itu selama tiga tahun!!
Akhirnya dia memberikan hasil keuntungannya itu pada istrinya sebesar 1,36 M… tapi istrinya malah marah besar..!!!
Husin malah ditempeleng dan kata istrinya: “Dasar laki-laki goblok!!! Kenapa nggak sekalian piara 2 atau 3 sekaligus saja kalau tau investasi bagus begini?”